Konfigurasi DNS
Konfigurasi DNS
1. Pertama-tama, kita akan buka Pnetlab. Jika sudah, buat terlebih dahulu lab baru. Close lab tersebut, kemudian masuk ke menu Devices. Klik Get Device pada Ubuntu Server dan Ubuntu Desktop, tunggu proses download selesai. Jika download sudah selesai, akan muncul tulisan Added to PNET.
2. Masuk kembali ke lab yang sudah dibuat tadi. Klik kanan pada lab, lalu klik Node untuk menambahkan perangkat Server.
Klik Docker.io.
Berikutnya, kita akan melakukan pengaturan. Pada bagian Image kita akan pilih pnetlab/ubuntu_sv:latest. Pada bagian Name, akan kita beri nama Server William, pada bagian Ethernet kita berikan 3. Untuk Eth1 kita akan beri alamat IP sesuai dengan alamat IP pada wifi atau ethernet pada PC/Laptop kalian, namun lakukan ubahan pada oktet ke-4 pada alamat IP, kita akan ubah dengan .132 (angka 1, lalu dilanjut dengan nomor absen). Pada Eth2 kita gunakan alamat IP dari oktet ke 4 Eth1 yaitu 131, untuk itu alamat IP untuk Eth2 yakni 132.132.132.1/24. Pada Default Route, kita akan berikan dari alamat Gateaway pada wifi atau ethernet pada PC/Laptop kalian. Pada DNS kita isi dengan 8.8.8.8, dan untuk Secondary Console kita akan pilih SSH. Jika sudah selesai, kita akan klik Save.
3. Selanjutnya, kita akan menambahkan perangkat Server yang ke-2. Untuk itu, klik kanan pada lab, lalu klik Node untuk menambahkan perangkat.
Klik Docker.io.
Kita akan melakukan pengaturan lagi pada perangkat Server ini. Pada bagian Image pilih pnetlab/linux-desktop:latest, pada bagian Name akan kita beri nama Ubuntu Desktop. Kita berikan 3 untuk jumlah Ethernet, pada bagian Eth2 kita akan berikan alamat IP yang sama dengan Eth2 perangkat pada Server yang sebelumnya namun terkecuali pada oktet ke-4. Untuk itu, kita akan berikat alamat IP 132.132.132.2/24. Pada bagian Secondary Console pilih SSH, jika sudah kita akan simpan dengan mengklik Save.
4. Selanjutnya, kita akan menambahkan sumber internet. Untuk itu, klik kanan pada mouse lalu klik Network.
Pada bagian Name/Prefix kita akan berikan nama Internet. Untuk Type, kita akan pilih Management(Cloud0). Jika sudah, kita klik Save.
5. Selanjutnya, kita akan menambahkan perangkat PC sejumlah 2 PC. Untuk itu, klik kanan pada mouse, lalu klik Node
Pada Number of nodes to add akan kita beri 2, karena kita akan menambahkan 2 PC. Jika sudah, kita akan klik Save
6. Terakhir, kita akan menambahkan perangkat Switch. Untuk itu, kita akan klik kanan pada mouse, kemudian klik Network
Pada bagian Name/Prefix kita akan beri nama Switch, pada bagian Type kita akan pilih bridge. Jika sudah, kita akan klik Save
7. Sambungkan semua perangkat, kemudian bentuk topologi seperti ini. Jika sudah, jangan lupa untuk aktifkan semua perangkat
8. Selanjutnya, kita akan masuk ke PuTTY untuk melakukan remote pada perangkat Server. Klik pada alamat IP perangkat Server, klik Load kemudian klik Open.
Login dengan user admin, isi password dengan admin. Masuk ke mode root, untuk itu ketikkan sudo -i lalu tekan Enter, untuk password isi dengan admin.
9. Kita akan update paket terlebih dahulu.
10. Selanjutnya, kita akan install paket bind9.
11. Kita akan pindah ke direktori /etc/bind lalu copy file yang dibutuhkan.
12. Kemudian, kita akan lakukan pengeditan pada file named.conf.local.
13. Berikutnya, kita akan edit file named.conf.options dengan membuat gateway yang terhubung dengan internet.
14. Kemudian, copy file db.local menjadi william dan file db.127 menjadi 132.
15. Berikutnya, edit file william menjadi seperti berikut ini dengan mengganti localhost dengan nama yang diinginkan.
16. Selanjutnya, edit file 132 menjadi seperti di bawah ini. Masukkan ip host dari server dalam hal ini ip yaitu 132.
17. Kita akan edit file /etc/resolv.conf seperti di bawah ini.
18. Selanjutnya, kita akan install dnsutils dengan perintah apt install dnsutils.
19. Kemudian, kita akan install terlebih dahulu git dengan perintah apt install git.
20. Langkah selanjutnya, kita akan lakukan clone git tersebut dengan perintah : git clone https://github.com/DamionGans/ubuntu-wsl2-systemd-script.git.
21. Kemudian, pindahkan pathnya ke direktori : cd ubuntu-wsl2-systemd-script/ lalu tambahkan script ini : bash ubuntu-wsl2-systemd-script.sh --force.
22. Selanjutnya, kita akan restart bind9 dengan perintah systemctl restart bind9.service. Disini dapat dilihat bahwa bind9 belum beroperasi.
23. Berikutnya, matikan VM dari pnetlabnya kemudian hidupkan kembali vm pnetlab, bukan vm server melainkan vm dari pnetlab. Hal ini terjadi jika hanya vm server yang dimatikan
24. Setelah itu, kita akan matikan server ubuntu, kemudian matikan vm pnetlab. Kemudian aktifkan kembali pnetlab lalu restart paket dns dengan perintah : systemctl restart bind9, kemudian cek status bind9 dengan systemctl status bind9.restart. Pastikan berstatus active (running).
25. Karena tadi server pada pnetlab dimatikan, pastikan file /etc/resolv.conf sudah dimasukkan ip address server.
26. Selanjutnya, kita akan melakukan verifikasi dns dengan perintah nslookup 172.18.0.132 (ip server) dan nslookup williamputra.org (domain-name).
27. Tidak lupa, kita juga akan melakukan verifikasi dns dengan ujicoba ping ke domain, ping williamputra.org. pastikan ip addressnya diterjemahkan ke domain yang sudah dibuat.
28. Terakhir, lakukan verifikasi dengan uji coba dig ke domain dengan perintah dig williamputra.org.
29. Kita akan buat domain baru. Lakukan pengeditan pada file named.conf.local seperti pada di bawah ini.
30. Copy file db.local menjadi rox.
31. Berikutnya, edit file rox menjadi seperti berikut ini dengan mengganti localhost dengan nama yang diinginkan.
32. Lalu restart paket dns dengan perintah systemctl restart bind9. Tidak lupa, kita juga akan melakukan verifikasi dns dengan ujicoba ping ke domain, ping roxxenz.net.
33. Terakhir, lakukan verifikasi dengan uji coba dig ke domain dengan perintah dig roxxenz.net.






































Komentar
Posting Komentar