VPS (Virtual Private Server)

Konfigurasi VPS (Virtual Private Server)

PENGERTIAN

VPS (Virtual Private Server) adalah layanan server virtual yang memiliki sumber daya yang terdedikasi khusus untuk satu pengguna.  VPS bekerja dengan cara melakukan virtualisasi pada sebuah server fisik dimana virtualisasi ini akan mengisolasi sumber daya komputasi dari server tersebut ke beberapa server virtual. Sebagai contoh misalkan sebuah server fisik dengan sumber daya 8 Core CPU dan 8 GB RAM akan di virtualisasi menjadi 8 server virtual dengan sumber daya komputasi masing-masing 1 Core CPU dan 1 GB RAM. Jadi intinya kamu akan berbagi satu server yang sama namun dengan sumber daya yang terisolasi yang hanya bisa kamu gunakan sendiri.

Kelebihan VPS
- Data lebih aman dan bersifat rahasia
- Lebih siap tampung lonjakan traffic
- Kustomisasi tinggi

Kekurangan VPS
- Harga yang cukup mahal
- Mengharuskan memiliki pemahaman teknis untuk mengelola server
- Kesalahan konfig dapat beresiko terhadap keamanan

TOPOLOGI

Berikut topologi yang digunakan dalam melakukan praktik materi VPS (Virtual Private Server) ini.

TATA CARA PEMBELIAN DOMAIN

1. Pertama-tama, kita akan membeli domain terlebih dahulu. Pada kesempatan ini, kita akan lakukan pembelian domain pada website idcloudhost.com. Untuk melakukan pembelian domain, kita akan klik menu Produk pada bagian atas, lalu pilih Domain.


2. Sebelum membeli, kita akan pastikan terlebih dahulu apakah nama domain yang akan kita beli masih tersedia atau tidak. Ketikkan nama domain yang diinginkan pada kolom, lalu pilih jenis domain yang diinginkan. Disini saya akan mencoba memeriksa william.my.id, untuk memeriksa klik Check.


3. Dapat dilihat di bawah ini bahwa domain tersebut masih tersedia dan dapat dibeli dengan harga Rp.10.000,-. Kita akan lanjutkan transaksi pembelian domain dengan klik Add to Cart.


4. Pada bagian Domains Configuration ini, kita akan pilih DNS Management, lalu klik Continue.


5. Jika sebelumnya tidak pernah membuat akun pada website ini, kita akan membuat akun baru untuk melakukan transaksi pembelian. Pilih Create a New Account, lalu isi data-data yang diperlukan seperti nama, email, no tlp, alamat, dan jangan lupa beri password untuk akun tersebut. Jika sudah selesai, klik Checkout untuk melanjutkan.


6. Scroll sampai kalian menemukan menu Payment Details, kemudian pilih metode pembayaran yang kalian inginkan, disini saya akan gunakan ShopeePay. Jika sudah, beri centang pada Terms of Service, lalu klik Checkout untuk melanjutkan.


7. Kita bisa melihat kode Invoice transaksi pada bagian ini, untuk melanjutkan pembayaran klik Pay Now.


8. Selanjutnya, kita akan melakukan pembayaran dengan cara scan barcode atau masukkan kode NMID secara manual pada ShopeePay.



9. Kemudian akan muncul notifikasi bahwa transaksi pembelian domain telah berhasil dilakukan.


10. Kita akan memeriksa apakah domain yang sudah dibeli, sudah aktif atau belum. Klik menu Domains, lalu klik My Domain, dan dapat dilihat bahwa domain sudah aktif.

TATA CARA PEMBELIAN VPS (VIRTUAL PRIVATE SERVER)

1. Untuk melakukan pembelian VPS (Virtual Private Server) kita akan beli pada website rumahweb.com. Untuk melakukan pembelian VPS, kita perlu memilih paket VPS sesuai dengan kebutuhan kita. Karena, saya hanya membutuhkan VPS dengan spesifikasi rendah, maka pada bagian atas, saya kan pilih paket VPS S dengan spesifikasi 1 Core CPU, 1GB Ram, 20GB Storage, dan unlimited bandwidth dan dapat dibeli dengan harga Rp.30.000,-. Untuk melanjutkan transaksi pembelian, kita akan klik DEPLOY.


2. Selanjutnya, isi Hostname untuk VPS tersebut, disini saya berikan nama vpn.kelompok6.com (disini terjadi kesalah pengetikan, seharusnya vps.kelompok6.com). Kemudian pilih Sistem Operasi yang akan digunakan, disini saya pilih ubuntu-20.04-x86_64. Untuk melanjutkan transaksi pembelian, klik Lanjut.


3. Kemudian, pilih metode pembayaran yang diinginkan. Disini saya akan gunakan QRis melalui GoPay, kita akan lanjutkan transaksi pembelian dengan klik Lanjut.


4. Kita bisa melihat detail dari VPS yang dibeli, mulai dari keterangan VPS, satuan, periode VPS, serta total harga. Untuk melanjutkan jangan lupa beri centang pada Perjanjian Layanan dan Kebijakan Privasi, lalu klik CHECKOUT untuk melanjutkan traksaksi pembelian.


5. Selanjutnya, kita akan melakukan pembayaran dengan cara scan barcode pada aplikasi BCA Mobile.


6. Kemudian akan muncul notifikasi bahwa transaksi pembelian VPS telah berhasil dilakukan.


7. Untuk melihat VPS yang sudah kita beli, klik menu VPS pada bagian kiri.


8. Dapat dilihat pembelian VPS sudah berhasil dilakukan, untuk melihat detail dari VPS klik Manage.


9. Kita bisa melihat IP Publik dari VPS, password untuk user root, dan lainnya. Untuk mulai meremote dan console VPS, kita Start VPS terlebih dahulu untuk menyalakan VPS, lalu klik Manage VPS untuk masuk ke Virtualizor.


10. Disini kita dapat melihat VPS yang telah kita beli. Untuk melihat detail informasi lebih lengkap mengenai VPS tersebut, klik tanda panah pada bagian kanan.

KONFIGURASI

1. Kita akan gunakan aplikasi PuTTy untuk meremote VPS. Pada HostName kita masukkan IP Publik VPS dan pada Saved Sessions kita beri nama VPS Kelompok 6 (karena kebetulan saya tergabung dalam kelompok 6), setelah itu save terlebih dahulu. Untuk mulai meremote klik Load, lalu klik Open.


2. Selanjutnya, kita akan login dengan user root, dengan password yang ada pada web VPS.
Password yang dimaksud adalah yang ada di bawah ini.


3. Jika sudah, kita akan melakukan update paket dengan perintah apt update.


4. Kita akan gunakan apache2 untuk konfigurasi phpmyadmin, untuk itu kita akan install dengan perintah apt install apache2.


5. Selanjutnya, kita akan verifikasi apakah IP dari VPS sudah muncul tampilan apache2. Masukkan IP VPS pada web browser, dan dapat dilihat bahwa sudah muncul tampilan apache2.


6. Kemudian, kita akan menambahkan record pada zone domain. Klik menu Domains pada bagian atas, lalu klik DNS Management, lalu klik Edit Zone pada bagian kanan.


7. Untuk menambahkan record, klik Add Record.


8. Selanjutnya, kita akan menambahkan record untuk memasukkan IP Publik dari VPS, yang nantinya domain akan menghubungkan domain ke VPS memakai IP Publik dari VPS tersebut. Pada bagian Name masukkan @, untuk Type gunakan A. TTL biarkan saja default, dan pada RDATA masukkan IP Publik dari VPS, jika sudah klik Add Record.


9. Untuk menyimpan, kita akan klik Save Changes.


10. Kemudian, kita akan kembali console VPS untuk melakukan verifikasi dengan ping domain. Dapat dilihat bahwa domain reply dan sudah terhubung dengan IP dari VPS.



11. Selanjutnya, kita akan menambahkan record baru untuk menampung ns1 dan ns2 dari VPS tersebut. Kita kembali klik Add Record, pada bagian Name masukkan server1, dan Type pilih NS. Pada bagian RDATA masukkan ns1 dari VPS yaitu ns1.rumahweb.com, jika sudah klik Add Record.


12. Tidak lupa, kita juga akan menambahkan record pada zone domain untuk menampung ns2 dari VPS. Pada bagian Name masukkan server2, dan Type pilih NS. Pada bagian RDATA masukkan ns2 dari VPS yaitu ns2.rumahweb.com, jika sudah klik Add Record.


13. Dapat dilihat bahwa record untuk ns1 dan ns2 sudah berhasil ditambahkan, jangan lupa simpan dengan klik Save Changes.


14. Selanjutnya, kita akan lakukan verifikasi untuk memeriksa apakah domain sudah terdeteksi secara internasional. Untuk melakukannya, kita gunakan website www.dnschecker.org, lalu pada bagian DNS CHECK masukkan nama domain yaitu william.my.id. Dapat dilihat hasilnya, bahwa domain sudah terdeteksi secara internasional.

KONFIGURASI WORDPRESS

1. Kita akan berlanjut ke tahap konfigurasi WordPress. Kita kembali ke console VPS, lalu kita akan tambahkan user baru dengan nama diri masing-masing dengan perintah adduser william (nama kalian).


2. Kemudian, kita akan lakukan pengeditan pada file paket apache2.conf. Kita akan masuk direktori /etc/apache2 terlebih dahulu dengan perintah cd /etc/apache2, lalu kita masuk ke file paket dnegan perintah nano apache2.conf. Pada bagian direktory kita akan ubah yang awalnya /var/www/> menjadi direktori dari user yang sudah dibuat yaitu menjadi /home/william>


3. Kemudian, kita akan masuk direktori sites-available dengan perintah cd sites-available/. Kita akan copy file 000-default.conf dengan perintah cp 000-default.conf william.conf.


4. Kita akan nonaktifkan file 000-default.conf dengan perintah a2dissite 000-default.conf, kemudian aktifkan file william.conf dengan perintah a2ensite william.conf.


5. Kita akan lakukan pengeditan pada file william.conf dengan perintah nano william.conf. Hapus tanda # pada bagian ServerName lalu ubah domain default menjadi domain yang sudah dibeli yaitu menjadi www.william.my.id. Pada bagian DocumentRoot arahkan ke direktori user baru yaitu /home/william.


6. Jangan lupa untuk restart apache2, dengan perintah service apache2 restart.


7. Selanjutnya, kita perlu menginstall database MySQL agar WordPress nantinya dapat tersimpan pada database tersebut. Kita akan install dengan perintah apt install mysql-server mysql-server-client phpmyadmin.


8. Tunggu sampai proses instalasi selesai dilakukan.


9. Jika sudah, maka akan muncul notifikasi Configuring phpmyadmin, kita akan pilih apache2.


10. Kemudian, akan muncul notifikasi yang menanyakan apakah database phpmyadmin dikonfigurasi menggunakan dbconfig-commond, kita akan pilih <Yes>.


11. Selanjutnya, kita akan masukkan password untuk MySQL.


12. Jangan lupa konfirmasi password kembali.


13. Kita akan create user dan password untuk nantinya dipakai login pada database, kita create dengan perintah create user 'williamputra'@'localhost'identified by'140905'; (williamputra adalah user, dan 140905 adalah password). Lalu, kita akan create database WordPress, dengan perintah CREATE DATABASE wordpress;. Kemudian, kita akan periksa database, dengan perintah SHOW DATABASES;.


14. Untuk memberikan askes penuh kepada user, kita gunakan perintah grant all on wordpress.* to 'williamputra'@'localhost';.


15. Selanjutnya, kita akan coba verifikasi database dengan akses william.my.id/phpmyadmin/. Dapat dilihat, tampilan phpmyadmin telah muncul, dan dapat dilakukan login dengan user dan password yang telah dibuat sebelumnya.


16. Kita akan periksa apakah database WordPress sudah ada atau belum. Kita lihat menu pada bagian kiri, dan dapat dilihat bahwa database WordPress sudah ada.


17. Selanjutnya, kita akan berikan akses ke direktori /home/william dengan perintah chmod 777 -R /home/william.


18. Selanjutnya, kita akan masuk ke database server menggunakan aplikasi FileZilla. Pada Host masukkan IP VPS, Username masukkan root, Password masukkan password dari root VPS, Port masukkan 22, untuk menghubungkan klik Quickconnect. Jika sudah berhasil masuk, akan muncul notifikasi successful. Kemudian, kita akan masuk ke path direktori /home/william, lalu hapus ketiga file yang ada.


19. Kemudian, kita akan upload semua isi file WordPress ke path direktori /home/william, dengan klik Upload.


20. Tunggu sampai proses upload selesai, jika sudah akan muncul notifikasi successful.


21. Kita akan rename file wp-config-sample.php menjadi wp-config.php.


22. Selanjutnya, kita akan melakukan pengeditan pada file tersebut, kita klik View/Edit.


23. Pada bagian, DB_NAME akan kita ubah menjadi wordpress, DB_USER kita ubah dengan user yang sudah dibuat pada database MySQL tadi, DB_PASSWORD kita ubah dengan password yang sudah dibuat. Jika sudah, kita akan simpan dengan klik FIle, lalu klik Save.


24. Jika sudah, kita coba akses domain william.my.id, dan tampilannya akan muncul seperti di bawah ini. Kemudian, kita akan isi informasi yang dibutuhkan, untuk Site Title disini saya masukkan Welcome to My Page. Untuk Username masukkan william, untuk Password biasanya sudah ada tergenerate secara otomastis, namun bisa diubah sesuai keinginan (jangan lupa diingat). Pada Your Email masukkan email yang saat ini masih aktif, dan beri centang pada Search engine visibility. Jika sudah mengisi semua informasi yang dibutuhkan, klik Install WordPress.


25. Akan muncul tampilan login seperti di bawah ini. Untuk login masukkan email maupun username, juga masukkan password. Jika sudah, klik Log In.


26. Dan, selamat datang di WordPress. Jika sudah muncul tampilan WordPress seperti di bawah ini, maka proses konfigurasi VPS dengan domain masing-masing sudah berhasil dilakukan.


27. Kita coba akses domain pada tab browser baru, dan tampilannya akan seperti di bawah ini. Tampilan ini merupakan tampilan yang akan muncul jika publik mengakses domain tersebut. Berbeda dengan tampilan yang ada di atas, karena tampilan tersebut merupakan tampilan ketika login sebagai admin atau author (owner/pemilik).

RESET KONFIGURASI VPS DAN DOMAIN

Setelah melewati semua proses konfigurasi, kita tidak lupa untuk melakukan reset konfigurasi VPS. Hal ini bertujuan agar anggota kelompok yang lain dapat melakukan konfigurasi pada VPS ini, mengingat VPS hanya bisa menampung 1 domain dalam 1 Waktu.

1. Kita akan masuk kembali ke web Virtualizor, lalu klik tanda panah pada list VPS.


2. Kita masuk ke menu Install, kita pilih sistem operasi Ubuntu lalu klik Select Version. Kita akan pilih ubuntu-20.04-x86_64.


3. Scroll ke bawah, sampai kita menemukan opsi untuk mengisi password. Pada New Password kita akan klik tanda kunci untuk generate password baru untuk user root VPS.


4. Karena biasanya password yang digenerate secara otomatis itu sulit untuk diingat, lebih baik di screenshot saja. Nantinya, password ini kita akan berikan kepada anggota kelompok yang mendapat giliran selanjutnya untuk melakukan konfigurasi. Jika sudah selesi, klik Ok.


5. Selanjutnya, kita klik Reinstall untuk melakukan reset konfigurasi.


6. Jika muncul notifikasi untuk konfirmasi, klik Ok.


7. Tunggu proses reset konfigurasi selesai, jika sudah biasanya indikator pada VPS akan kembali Online. Maka dengan ini reset konfigurasi pada VPS sudah selesai dilakukan.


8. Kita kembali ke web idcloudhost.com untuk menghapus record pada zone domain. Klik menu Domains pada bagian atas, lalu klik DNS Management, lalu klik Edit Zone pada bagian kanan.


9. Selanjutnya, hapus record yang telah ditambahkan, yaitu @ (untuk IP VPS), server1 (untuk ns1), dan server2 (untuk ns2). Jangan lupa klik Save Changes, untuk menyimpan hasil perubahan. Jika sudah maka reset konfigurasi pada domain telah selesai dilakukan.



Demikian pembahasan mengenai VPS (Virtual Private Server), dimulai dari pengertian apa itu VPS, kekurangan dan kelebihannya, topologi yang digunakan, serta langkah-langkah konfigurasi yang dilakukan. Jikalau ada kesalahan dalam penulisan kata, maupun kesalahan dalam konfigurasi yang dilakukan, silahkan tinggalkan koreksi kalian pada kolom komentar. Kritik dan saran diperlukan dalam rangka memperbaiki penulisan blog di masa yang akan datang.

Terima kasih.
Selamat mencoba.

Komentar

Postingan Populer